Biografi
Band yang satu ini merupakan band tahun 60an yang karya-karyanya masih sering terdengar di telinga kita. Salah satu karyanya yang akrab adalah lagu yang berjudul “How Deep Is Your Love”. Musiknya lembut terdengar enak di telinga, berikut ini adalah biografi perjalanan band Bee Gees.
Tiga bersaudara Gibb sangat akrab sebagai anak-anak dan menghabiskan sebagian besar waktu mereka bersama-sama. Pada tahun 1958, keluarganya pindah ke Australia, ketika disana, mereka sering tampil di radio dengan dua temannya, Bill Goode dan Bill Gates.
Group ini memiliki nama baru untuk diri mereka sendiri, The BGS - terdiri dari inisial Common Barry Gibb, Bill Goode, Bill Gates. Beberapa tahun kemudian berubah nama menjadi The Bee Gees yang berarti Brothers Gibb. Kemudian Bee Gees memutuskan pindah ke Inggris untuk mencoba keberuntungan mereka di sana.
Dengan Robert Stigwood sebagai manajer, Bee Gees telah memukau dunia internasional dengan single pertama mereka pada tahun 1967 'New York Mining Disaster'.
Dengan dua anggota band baru, Colin Peterson (drum) dan Vince Melouney (gitar), Bee Gees mengeluarkan album pertama 'Bee Gees 1' dan album tersebut sangat laku. Dalam lebih dari setahun lagu-lagu Bee Gees menjadi hits di 15 negara.
Pada 1969, Bee Gees mulai menunjukkan tanda keretakan, ketika dalam group mulai muncul ketegangan dan perbedaan pendapat antar anggota. Colin Peterson meninggalkan band dan menggugat group untuk tidak menggunakan nama Bee Gees.
Selang beberapa waktu mereka pecah, tapi bersatu kembali pada tahun 1971 untuk merekam album 'Dua Tahun Aktif'. Dan pada waktu itu diterima dengan dengan baik oleh para penggemar, mereka memiliki serangkaian permasalahan antara 1972 dan 1975. Namun, mereka tetap bersama sebagai sebuah band dan tidak terpecah lagi.
Pada tahun 1975, dengan bantuan produser Arif Mardin, Bee Gees pindah dari band balada menjadi band yang dipengaruhi gaya R & B dan dirilis Album 'Main Course'.
Mereka kemudian mengeluarkan single 'Jive Talkin' yang menjadi nomor 1 di tangga lagu. Album mereka 'Anak-anak dari World' memperoleh platinum, dengan tiga hit single, dan ketika tur dengan album ini, semua hasil keuntungan dari album tersebut disumbangkan ke badan amal anak-anak.
Proyek berikutnya The Bee Gees adalah menggarap soundtrack 'Saturday Night Fever', merupakan salah satu album yang mengalami sukses besar yang berisikan lagu-lagu terbaik mereka, yaitu 'Stayin' Alive ',' How Deep Is Your Love 'dan' Night Fever '. Album ini menjadikan nomor 1 di tangga lagu dunia, dan membuat rekor menjadi nomor 1 selama 24 minggu berturut-turut.
Pada akhir dekade, Bee Gees memiliki lima album yang semua mendapatkan platinum.
Pada tahun 1988, tragedi menimpa keluarga, Andy Gibb saudara bungsu mereka, meninggal, diikuti oleh ayah mereka.
The Bee Gees terus merilis single yang diterima dengan baik, pada 1997, menerima Lifetime Achievement Award di American Music Awards, sebuah Legenda Award di World Music Awards dan diangkat ke dalam Rock & Roll Hall of Fame.
Sayangnya, pada tahun 2003 Maurice Gibb meninggal pada usia 53, setelah komplikasi selama operasi. Awalnya, saudara-saudara yang masih hidup mengumumkan bahwa mereka bermaksud untuk meneruskan nama "Bee Gees" dalam memori. Tapi seiring berjalannya waktu, mereka memutuskan untuk pensiun.Pada minggu yang sama Maurice meninggal, kemudian album solo Robin Magnet dirilis.
Walaupun ada pembicaraan tentang sebuah tugu peringatan yang menampilkan konser, namun tidak terwujud. Sejak saat itu Barry dan Robin terus bekerja secara independen dan keduanya merilis rekaman dengan artis lain.
Referensi
The Biography Channel
Info Biografi Blogspot
Koleksi Lagu
Tragedy
Azimuth
- Alpha and Omega (4.05 Mb)
- Beside Me (3.29 Mb)
- Calling Us To Believe (5.21 Mb)
- Cant Get by On Our Own (4.2 Mb)
- Day Break (3.5 Mb)
- Fallen Tears (4.49Mb)
- Heavens Door (3.33Mb)
- Here Today and Past Tomorrow (4.49 Mb)
- Holy War (4.38 Mb)
- Looking To You (3.59 Mb)
- Mystery of Your Love (4.20 Mb)
- Never Be Lonely (4.89 Mb)
- Patient Heart (4.51 Mb)
- Run Way (3.84 Mb)
- Song Of Freedom (3.97 Mb)
- Soul Purpose (4.14 Mb)
- Wanting You (2.89 Mb)
Fairport Convention
- Expletive Delighted (1,82 Mb)
- How Many Times (3,38 Mb)
- Who Knows Where The Time Goes (9,5 Mb)
- Tam Lin (9,98 Mb)
Rod Stewart
- When I Need U
- I Am Sailing
- The Rhythm Of My heart
- Waiting Mathilda
- If We Fall In Love Tonight
- Do Ya Think Im Sexy (Discotech Fast Remix)
- You’re In My Heart
- Sweet Surrender
- Every Beat In My Heart
- Tears In Heaven (Feat Elton Jhon)
- Maggie May
- Have I Told You Lately
Babe Ruth
- The Mexican
- The Runaway
- We People Darker Than Blue
- The Mexican (feat Deekline and Tim Healey) (Remix)
Gentle Giant
- Prologue (Album Three Friends)
- Wreck (Acquiring The Taste)
- Playing The Game (The Power and The Glory)
- Black Cat
- Way Of Life
Supertramp
- Child Of Vision
- Babaji
- Give A Little Bit
- Another Man’s Woman
- Bloody Well Right
- School
- Lover Boy
- Rudy
- Aint Nobody But Me
- Take The Long Way Home
- Breakfast In America (Album Breakfast In America)
- The Logical Song (Album Breakfast In America)
- Lord Is It Mine
- Its Raining Again
- Poor Boy
- Soap Box Opera
- Dreamer
- Better Days (1985, Brother Were You Bound)
- Hide In Your Shell
Paul 'Gurita' Peramal
Pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, ada seekor Gurita yang berasal dari negeri Jerman yang menghebohkan dunia persepakbolaan, karena kejituannya dalam meramalkan siapa pemenang pada suatu pertandingan sepak bola. Kejituannya dalam meramalkan suatu pertandingan kerap mematahkan prediksi dari pasar taruhan maupun prediksi dari para pakar sepakbola dalam menebak suatu pertandingan sepakbola.
Walaupun tebakan/ ramalan sang Gurita selalu jitu, tetapi bagi sebagian orang menganggap itu hanyalah suatu kebetulan belaka. Tetapi banyak juga orang yang percaya dan mengandalkan kemampuan sang Gurita untuk meramalkan hasil dari suatu pertandingan sepakbola.
Pada pertandingan semifinal Piala Dunia 2010 baru-baru ini yang mempertemukan Jerman melawan Spanyol. Sang Gurita meramalkan kemenangan berpihak kepada Spanyol, padahal pasar taruhan dan prediksi para pakar sepakbola mengunggulkan Jerman akan menang dan lolos ke final. Ternyata ramalan si Paul 'sang Gurita' jitu. Sehingga membuat ribuan pendukung Jerman merasa marah dan kesal terhadap Paul, bahkan ada yang mengusulkan agar Paul disembelih dan dijadikan hidangan di atas meja.
Pada pertandingan puncak yaitu Final Piala Dunia 2010 yang mempertemukan Belanda versus Spanyol, lagi-lagi si Paul 'sang Gurita' meramalkan kemenangan menjadi milik Spanyol. Sedangkan pasar taruhan dan prediksi mengunggulkan Belanda yang akan meraih gelar juara dengan menundukkan Spanyol. Tetapi lagi-lagi ramalan si Paul yang jitu, karena ternyata Spanyol menang dengan mengalahkan Belanda 1-0. Walaupun ini mungkin hanya suatu kebetulan yang beruntung. Tetapi kiprah si Paul dalam Piala Dunia kali ini telah menghebohkan dunia persepakbolaan. Walau bagaimanapun si Paul hanyalah seekor binatang yang tidak memiliki kecerdasan seperti manusia. Tapi siapa tahu ?
Mike Oldfield
- Discovery
- Shadow On The Wall
- Shadow On The Wall
- Moonlight Shadow
- Far Above The Clouds
- Sally
- Foreign Affair
- Sentinel
- Liberation (The Millenium Bell)
- X-Files Theme
- Bell (Remix)
- Pictures In The Dark
- To France
Camel
- City Life
- Fingertips (Live 1984)
- Lunar Sea
- Fingertips (Live 1984)
- Lunar Sea
- Irish Air (Instrumental)
- Another Night
- Long Goodbyes
- End Of The Line
- Irish Air
- After All These Years
- Go West
- Selva
- West Berlin
Alan Parsons Project
The Alan Parsons Project adalah sebuah kelompok musik progressive rock dan pop Inggris yang aktif antara 1975 dan 1987 yang didirikan oleh Alan Parsons, seorang Inggris dan Eric Woolfson, orang Skotlandia.
Sejarah
Karya-karya awalnya, memiliki ciri-ciri yang kemungkinan dipengaruhi oleh lagu Pink Floyd Dark Side of the Moon. Bukan kebetulan, Parsons adalah teknisi audionya pada 1973). Lagu-lagu itu adalah album-album konsepnya. Mereka cenderung dimulai dengan intro instrumental yang kemudian memudar ke dalam lagu yang pertama, seringkali mempunyai sebuah bagian instrumental di tengah sisi kedua dari piringan hitamnya dan ditutup dengan lagu yang tenang, sedih, atau dahsyat. Instrumental pembukaannya paa umumnya dihapuskan pada 1980. Tak ada lagi album Project, kecuali Eye in the Sky, yang menampilkannya. Ironisnya, instrumental dalam album itu, "Sirius," akhirnya menjadi lagu instrumental Parsons yang paling terkenal karena lagu ini sering dipergunakan sebagai lagu masuk oleh tim-tim olah raga Amerika, yang paling menonjol adalah Chicago Bulls pada tahun-tahun kejayaannya pada 1990-an.
Kelompok ini mencolok karena tidak mempunyai penyanyi utama yang tugngal. Penyanyi utamanya berganti-ganti antara Woolfson (umumnya untuk lagu-lagu yang lamban atau sedih) dan serangkaian penyanyi tamu yang dipilih berdasarkan gaya vokal mereka untuk melengkapi masing-masing lagu. Woolfson bernyanyi sebagai penyanyi utama dalam berbagai hit kelompok ini (termasuk "Time" dan "Eye in the Sky") dan perusahaan rekamannya mendesak Parsons agar lebih sering menggunakannya, namun Parsons lebih menyukai penyanyi-penyanyi "riil", sementara Woolfson mengakui bahwa ia bukan orangnya.
Anggota
Alan Parsons - keyboards, produksi, teknis
Eric Woolfson - keyboards, produser pelaksana
Andrew Powell - keyboards, aransemen orkestra
Ian Bairnson - gitar
Richard Cottle - keyboards, saksofon
Para penyumbang yang sering tampil berikut ini bukanlah anggota resmi, tetapi banyak memberikan sumbangan di studio Alan Parsons Project.
David Paton - Bass
Laurie Cottle - Bass
Stuart Tosh - Drum, Perkusi
Stuart Elliott (musikus) - Drum, Perkusi
Mel Collins - keyboards
Eric Woolfson
Lenny Zakatek - vokal
John Miles - vokal
Chris Rainbow - vokal
Colin Blunstone - vokal
David Paton - vokal
Arthur Brown - vokal
Album (contains plot descriptions)
- Tales of Mystery and Imagination - 1976
Konsep: berdasarkan cerita-cerita oleh pengarang Edgar Allan Poe. Penerbitan kembali dalam CD (pada 1987) adalah sebuah campuran ulang dari pita-pita utama yang asli, dengan memperkuat beberapa track dan memulihkan narasi Orson Welles (direkam beberapa minggu sebelum kematiannya) yang tidak diikutsertakan dalam rekaman aslinya karena ‘keprihatinan’ perusahaan rekamannya.
- I Robot - 1977
Konsep: Judulnya mengutip karya Isaac Asimov I, Robot, "suatu tinjauan tentang hari esok melalui mata hari ini". Menyertakan hit-hit kecil "I Wouldn't Want to Be Like You" dan "Breakdown."
- Pyramid - 1978
Konsep: Ancient Egypt muncul berulang-ulang, albuminya disebut "suatu tinjauan akan hari kemarin melalui mata hari ini ".
- Eve - 1979
Konsep: perempuan; ini adalah satu-astunya album Project yang menampilkan penyanyi utama perempuan – dan itupun hanya dalam dua lagu.
- The Turn of a Friendly Card - 1980
Konsep: judi, secara harafiah maupun perlambang. Dipengaruhi oleh novel Philip K. Dick The Game-Players of Titan. Menyertakan hit-hit mereka "Time" dan "Games People Play."
- Eye in the Sky - 1982
Konsep: pengawasan, dengan judul albumnya diilhami oleh kamera-kamera Eye in the sky yang digunakan di kasino-kasino. Juga menjajaki Kehidupan dan Jagad raya, tetapi sebagian orang menegaskan bahwa album ini adalah tentang "nilai-nilai yang terlupakan dan yang telah hilang". Albumnya memuat single mereka yang paling terkenal, "Eye in the Sky."
- Ammonia Avenue - 1984
Konsep: Tujuh dosa maut. Ini adalah album mereka yang paling "bersahabat dengan radio " album. Menyertakan "Don't Answer Me" dan "You Don't Believe" (lagu yang terakhir pertama-tama muncul dalam koleksi “terbaik” dari 1983).
- Vulture Culture - 1984
Konsep: kritik terhadap konsumerisme dan, khususnya, budaya popular Amerika. Menyertakan "Let's Talk About Me."
- Stereotomy - 1985
Konsep:Akibat kemasyhuran dan kekayaan pada berbagai orang – penyanyi, aktor, dll.
- Gaudi - 1987
Konsep:Lagu-lagu yang diilhami oleh kehidupan arsitek Catalunya Antoni Gaudí, dengan sebuah lagu yang dinamai sesuai dengan karyanya yang paling termasyhur, La Sagrada Familia.
Single
- "(The System Of) Doctor Tarr and Professor Fether" (1976) no. 37 di AS
- "The Raven" (1976) no. 80 di AS
- "I Wouldn't Want To Be Like You" (1977) no. 36 di AS
- "Don't Let It Show" (1977) no. 92 di AS
- "What Goes Up" (1978) no. 87 di AS
- "Damned If I Do" (1979) no. 27 di AS
- "Games People Play" (1981) no. 16 di AS
- "Time" (1981) no. 15 di AS
- "Snake Eyes" (1981) no. 67 di AS
- "Eye In The Sky" (1982) no. 3 di AS
- "Psychobabble" (1982) no. 57 di AS
- "You Don't Believe" (1983) no. 54 di AS
- "Don't Answer Me" (1984) no. 15 di AS
- "Prime Time" (1984) no. 34 di AS
- "Let's Talk About Me" (1985) no. 56 di AS
- "Days Are Numbers (The Traveller)" (1985) no. 71 di AS
- "Stereotomy" (1986) no. 82 di AS
Referensi
Alan Parsons - Bio FAQ Discography
wikipedia.org
Koleksi Lagu mp3
Sirius
Old and Wise
Don't Answer Me
Eye in The Sky
Time
Lucifer
Games People Play
Days Are Number
Mammagamma
The Same Old Sun
Somebody Out There
Some Other Time
Since The Last Goodbye
Ammonia Avenue
The Time Machine Part I
Cloudbreak
Answer Me
Sejarah
Karya-karya awalnya, memiliki ciri-ciri yang kemungkinan dipengaruhi oleh lagu Pink Floyd Dark Side of the Moon. Bukan kebetulan, Parsons adalah teknisi audionya pada 1973). Lagu-lagu itu adalah album-album konsepnya. Mereka cenderung dimulai dengan intro instrumental yang kemudian memudar ke dalam lagu yang pertama, seringkali mempunyai sebuah bagian instrumental di tengah sisi kedua dari piringan hitamnya dan ditutup dengan lagu yang tenang, sedih, atau dahsyat. Instrumental pembukaannya paa umumnya dihapuskan pada 1980. Tak ada lagi album Project, kecuali Eye in the Sky, yang menampilkannya. Ironisnya, instrumental dalam album itu, "Sirius," akhirnya menjadi lagu instrumental Parsons yang paling terkenal karena lagu ini sering dipergunakan sebagai lagu masuk oleh tim-tim olah raga Amerika, yang paling menonjol adalah Chicago Bulls pada tahun-tahun kejayaannya pada 1990-an.
Kelompok ini mencolok karena tidak mempunyai penyanyi utama yang tugngal. Penyanyi utamanya berganti-ganti antara Woolfson (umumnya untuk lagu-lagu yang lamban atau sedih) dan serangkaian penyanyi tamu yang dipilih berdasarkan gaya vokal mereka untuk melengkapi masing-masing lagu. Woolfson bernyanyi sebagai penyanyi utama dalam berbagai hit kelompok ini (termasuk "Time" dan "Eye in the Sky") dan perusahaan rekamannya mendesak Parsons agar lebih sering menggunakannya, namun Parsons lebih menyukai penyanyi-penyanyi "riil", sementara Woolfson mengakui bahwa ia bukan orangnya.
Anggota
Alan Parsons - keyboards, produksi, teknis
Eric Woolfson - keyboards, produser pelaksana
Andrew Powell - keyboards, aransemen orkestra
Ian Bairnson - gitar
Richard Cottle - keyboards, saksofon
Para penyumbang yang sering tampil berikut ini bukanlah anggota resmi, tetapi banyak memberikan sumbangan di studio Alan Parsons Project.
David Paton - Bass
Laurie Cottle - Bass
Stuart Tosh - Drum, Perkusi
Stuart Elliott (musikus) - Drum, Perkusi
Mel Collins - keyboards
Eric Woolfson
Lenny Zakatek - vokal
John Miles - vokal
Chris Rainbow - vokal
Colin Blunstone - vokal
David Paton - vokal
Arthur Brown - vokal
Album (contains plot descriptions)
- Tales of Mystery and Imagination - 1976
Konsep: berdasarkan cerita-cerita oleh pengarang Edgar Allan Poe. Penerbitan kembali dalam CD (pada 1987) adalah sebuah campuran ulang dari pita-pita utama yang asli, dengan memperkuat beberapa track dan memulihkan narasi Orson Welles (direkam beberapa minggu sebelum kematiannya) yang tidak diikutsertakan dalam rekaman aslinya karena ‘keprihatinan’ perusahaan rekamannya.
- I Robot - 1977
Konsep: Judulnya mengutip karya Isaac Asimov I, Robot, "suatu tinjauan tentang hari esok melalui mata hari ini". Menyertakan hit-hit kecil "I Wouldn't Want to Be Like You" dan "Breakdown."
- Pyramid - 1978
Konsep: Ancient Egypt muncul berulang-ulang, albuminya disebut "suatu tinjauan akan hari kemarin melalui mata hari ini ".
- Eve - 1979
Konsep: perempuan; ini adalah satu-astunya album Project yang menampilkan penyanyi utama perempuan – dan itupun hanya dalam dua lagu.
- The Turn of a Friendly Card - 1980
Konsep: judi, secara harafiah maupun perlambang. Dipengaruhi oleh novel Philip K. Dick The Game-Players of Titan. Menyertakan hit-hit mereka "Time" dan "Games People Play."
- Eye in the Sky - 1982
Konsep: pengawasan, dengan judul albumnya diilhami oleh kamera-kamera Eye in the sky yang digunakan di kasino-kasino. Juga menjajaki Kehidupan dan Jagad raya, tetapi sebagian orang menegaskan bahwa album ini adalah tentang "nilai-nilai yang terlupakan dan yang telah hilang". Albumnya memuat single mereka yang paling terkenal, "Eye in the Sky."
- Ammonia Avenue - 1984
Konsep: Tujuh dosa maut. Ini adalah album mereka yang paling "bersahabat dengan radio " album. Menyertakan "Don't Answer Me" dan "You Don't Believe" (lagu yang terakhir pertama-tama muncul dalam koleksi “terbaik” dari 1983).
- Vulture Culture - 1984
Konsep: kritik terhadap konsumerisme dan, khususnya, budaya popular Amerika. Menyertakan "Let's Talk About Me."
- Stereotomy - 1985
Konsep:Akibat kemasyhuran dan kekayaan pada berbagai orang – penyanyi, aktor, dll.
- Gaudi - 1987
Konsep:Lagu-lagu yang diilhami oleh kehidupan arsitek Catalunya Antoni Gaudí, dengan sebuah lagu yang dinamai sesuai dengan karyanya yang paling termasyhur, La Sagrada Familia.
Single
- "(The System Of) Doctor Tarr and Professor Fether" (1976) no. 37 di AS
- "The Raven" (1976) no. 80 di AS
- "I Wouldn't Want To Be Like You" (1977) no. 36 di AS
- "Don't Let It Show" (1977) no. 92 di AS
- "What Goes Up" (1978) no. 87 di AS
- "Damned If I Do" (1979) no. 27 di AS
- "Games People Play" (1981) no. 16 di AS
- "Time" (1981) no. 15 di AS
- "Snake Eyes" (1981) no. 67 di AS
- "Eye In The Sky" (1982) no. 3 di AS
- "Psychobabble" (1982) no. 57 di AS
- "You Don't Believe" (1983) no. 54 di AS
- "Don't Answer Me" (1984) no. 15 di AS
- "Prime Time" (1984) no. 34 di AS
- "Let's Talk About Me" (1985) no. 56 di AS
- "Days Are Numbers (The Traveller)" (1985) no. 71 di AS
- "Stereotomy" (1986) no. 82 di AS
Referensi
Alan Parsons - Bio FAQ Discography
wikipedia.org
Koleksi Lagu mp3
Sirius
Old and Wise
Don't Answer Me
Eye in The Sky
Time
Lucifer
Games People Play
Days Are Number
Mammagamma
The Same Old Sun
Somebody Out There
Some Other Time
Since The Last Goodbye
Ammonia Avenue
The Time Machine Part I
Cloudbreak
Answer Me
Penemuan Fosil Tengkorak Raksasa




sumber:
Langganan:
Postingan (Atom)